Aku Part 1
awalnya di malam ini aku ingin menceritakan tentang kisah cintaku, tapi ku fikir ulang kembali cintaku terlalu manis sehingga tidak bisa aku ungkap lagi dengan kata-kata dan tiba-tiba aku menitikan air mata karena mengingat cinta. kenapa bisa sampai demikian ??? pasti kalian bertanya-tanya aku ini orang yang plin-plan atau bagaimana, tadi aku bilang bila kisah cintaku ini terlalu manis tapi aku tiba-tiba menitikan air mata .
kalian mungkin belum tau makna dari terlalu manis itu apa ?? baik lah aku akan ceritakan sebuah cerita yang mungkin bisa menginspirasi kalian khususnya lelaki yang mungkin belum pernah merasakan kisah ku ini .
aku bakalan flashback saat aku masih duduk di semester 3 di Universitas kenamaan di suatu daerah, ayahku memutuskan untuk pensiun dini dengan alasan dia sudah tidak kuat lagi jauh-jauh dari keluarga, oke aku dan keluarga aku bisa memakluminya. memang awalnya biasa saja tapi lama kelamaan aku berfikir bila terus menerus mengandalkan uang pensiun ayahku tidak akan tercukupi kebutuhan kami sedangkan aku masih punya adik yang jenjang pendidikan nya masih jauh di bawah aku dan dia harus di utamakan ketimbang aku. dari itu aku mulai mencari kerja sampingan entah apapun itu.
aku selalu menutupi kondisi ekonomiku di depan kawan-kawanku, jarang aku ikut kumpul dengan mereka lagi seperti dulu. karena aku berfikir aku susah payah mencari uang gak bisa aku hambur-hamburkan begitu saja. ya bila kalian ingin tau apa pekerjaan part time aku, aku bakalan beritahu kalian kok.
aku pernah jadi abudemen ojek tanpa sepengetahuan orang tuaku yang jelas aku tidak minta uang mingguan lagi hehehehe :')
aku juga pernah menjadi calo tiket 21 ya tujuannya buat jalan dengan pacar aku dulu . aku gak pernah ngasih tau ke dia dari mana uangnya yang jelas aku sudah memegang teguh janji aku yang udah aku ceritain sebelumnya bila "haram bagiku jalan dengan pasangan menggunakan uang dari orang tua".
dan sangking aku ingin berusaha untuk mencari uang sendiri aku pernah menjadi tukang bangunan ya semuanya aku lakukan tanpa malu-malu .
mungkin di antara kalian yang membaca gak bakalan percaya dengan semua ini karena dari gaya,penampilan dan lain-lainnya aku gak menunjukan aku pernah seperti itu. iya aku gak mau sama sekali di kasihani orang .
jujur aku iri dengan kawan-kawanku yang dengan mudah membeli ini itu tanpa mengucurkan keringan sempat aku berfikir apakah tuhan itu adil ?? sering aku menangis bila aku tidak memegang uang sama sekali .
dan sering pula aku menangis karena di tinggal oleh pasanganku karena alasan materi. aku pernah mendengar kata-kata dari mantanku dulu dia berkata seperti ini
"aku iri loh dengan kawan-kawan aku yang di belikan pasangannya ini dan itu aku kapan ya di beliin kamu"
aku hanya bisa diam dan sesampainya di rumah aku termenung dengan kata-kata mantanku itu . apakah sehina ini aku sebagai seorang pasangan sampai-sampai aku tidak bisa memberikan apa yang dia mau ???
dan akhirnya apa aku di tinggalkan lagi lagi dan lagi . jujur aku tidak pernah mengakhiri suatu hubungan pasti pasanganku yang tidak kuat dengan kondisi dia saat berpacaran dengan aku .
suatu hari juga aku pernah curhat dengan ibuku masalah percintaan.Kami berdua sampai menangis dan ibuku berkata
" udah nak kamu kuliah yang bener dulu aja, bila sudah selesai cari pekerjaan yang layak lalu tunjukan kepada orang yang membuat kamu nangis itu bila kamu udah berubah"
yah sudahlah nasi sudah menjadi bubur apa mau di kata nasib sudah bicara seperti ini sekarang harus aku lakukan tinggal berusaha. yang jelas aku masih tetap bisa membiayai kuliah aku sendiri dan mungkin kelak aku bisa membiayai sekolah adiku ............... Bersambung
أمين يا روبل الأمين
kalian mungkin belum tau makna dari terlalu manis itu apa ?? baik lah aku akan ceritakan sebuah cerita yang mungkin bisa menginspirasi kalian khususnya lelaki yang mungkin belum pernah merasakan kisah ku ini .
aku bakalan flashback saat aku masih duduk di semester 3 di Universitas kenamaan di suatu daerah, ayahku memutuskan untuk pensiun dini dengan alasan dia sudah tidak kuat lagi jauh-jauh dari keluarga, oke aku dan keluarga aku bisa memakluminya. memang awalnya biasa saja tapi lama kelamaan aku berfikir bila terus menerus mengandalkan uang pensiun ayahku tidak akan tercukupi kebutuhan kami sedangkan aku masih punya adik yang jenjang pendidikan nya masih jauh di bawah aku dan dia harus di utamakan ketimbang aku. dari itu aku mulai mencari kerja sampingan entah apapun itu.
aku selalu menutupi kondisi ekonomiku di depan kawan-kawanku, jarang aku ikut kumpul dengan mereka lagi seperti dulu. karena aku berfikir aku susah payah mencari uang gak bisa aku hambur-hamburkan begitu saja. ya bila kalian ingin tau apa pekerjaan part time aku, aku bakalan beritahu kalian kok.
aku pernah jadi abudemen ojek tanpa sepengetahuan orang tuaku yang jelas aku tidak minta uang mingguan lagi hehehehe :')
aku juga pernah menjadi calo tiket 21 ya tujuannya buat jalan dengan pacar aku dulu . aku gak pernah ngasih tau ke dia dari mana uangnya yang jelas aku sudah memegang teguh janji aku yang udah aku ceritain sebelumnya bila "haram bagiku jalan dengan pasangan menggunakan uang dari orang tua".
dan sangking aku ingin berusaha untuk mencari uang sendiri aku pernah menjadi tukang bangunan ya semuanya aku lakukan tanpa malu-malu .
mungkin di antara kalian yang membaca gak bakalan percaya dengan semua ini karena dari gaya,penampilan dan lain-lainnya aku gak menunjukan aku pernah seperti itu. iya aku gak mau sama sekali di kasihani orang .
jujur aku iri dengan kawan-kawanku yang dengan mudah membeli ini itu tanpa mengucurkan keringan sempat aku berfikir apakah tuhan itu adil ?? sering aku menangis bila aku tidak memegang uang sama sekali .
dan sering pula aku menangis karena di tinggal oleh pasanganku karena alasan materi. aku pernah mendengar kata-kata dari mantanku dulu dia berkata seperti ini
"aku iri loh dengan kawan-kawan aku yang di belikan pasangannya ini dan itu aku kapan ya di beliin kamu"
aku hanya bisa diam dan sesampainya di rumah aku termenung dengan kata-kata mantanku itu . apakah sehina ini aku sebagai seorang pasangan sampai-sampai aku tidak bisa memberikan apa yang dia mau ???
dan akhirnya apa aku di tinggalkan lagi lagi dan lagi . jujur aku tidak pernah mengakhiri suatu hubungan pasti pasanganku yang tidak kuat dengan kondisi dia saat berpacaran dengan aku .
suatu hari juga aku pernah curhat dengan ibuku masalah percintaan.Kami berdua sampai menangis dan ibuku berkata
" udah nak kamu kuliah yang bener dulu aja, bila sudah selesai cari pekerjaan yang layak lalu tunjukan kepada orang yang membuat kamu nangis itu bila kamu udah berubah"
yah sudahlah nasi sudah menjadi bubur apa mau di kata nasib sudah bicara seperti ini sekarang harus aku lakukan tinggal berusaha. yang jelas aku masih tetap bisa membiayai kuliah aku sendiri dan mungkin kelak aku bisa membiayai sekolah adiku ............... Bersambung
أمين يا روبل الأمين
0 comments:
Post a Comment