Es Kacang Merah

"Mbak es nya 1 gelas ya"
"Siap dibuat mas"

Mungkin itu pertama kalinya aku mengenal dina, Iya dina dia yg sekarang selalu menjadi bunga tidurku di setiap aku memejamkan mata.

Pertemuan yg sangat sederhana tetapi dari sanalah cerita baru didalam hidupku dimulai.

Dina seorang penjual Es Kacang Merah dan juga seorang mahasiswi di perguruan tinggi yg dekat dengan tempatku bekerja.

Memang awalnya aku tidak memiliki rasa apa2 dengannya tapi mungkin karena tempat dia dan orang tuanya berjualan sangat dekat dengan tempat biasa aku kumpul bersama temanku, mungkin karena sering bertemu aku mulai ada rasa dengannya.

Singkat cerita aku memberanikan diri berkenalan dengannya, cukup lancar proses pendekatanku dengan dina, kira"  3 bulan sudah kami saling mengenal satu sama lain dan akhirnya aku menyatakan rasa cintaku dengannya dan dina pun langsung memberikan fast respons padaku. Yap akhirnya kami menjadi sepasang kekasih.

Aku pun mulai sering ikut membantunya berjualan Es Kacang Merah,cukup menyenangkan memang di samping membantu dia dan orang tuanya berjualan kami tidak perlu ke cafe yg mahal atau ke tempat yg romantis untuk memadu kasih sederhana tapi sangat bermakna bagi kami berdua :)

"Din gk kerasa ya kita sudah berpacaran lebih dari 1 tahun"

"iya wan, gk kerasa ya aku juga nambah sayang sama kamu"

Aku pun hanya membalas dengan senyuman, sambil mengelus kepalanya.

"din, gmana kalo besok kita jalan-jalan ke suatu tempat, kamu mau gk?"
"ke mana wan?"
"ada deh rahasia, yg penting kamu bakalan seneng"
"oke,aku mah ikutin kata pacar aja deh hehe"
"nah itu baru pacar yang baik"

sambil mengecup keningnya aku pun pamit untuk pulang.
Aku memang berencana melamar dia di suatu tempat yg sangat romantis dan mungkin ini adalah moment yg sangat dina nantikan.

Hari yang di nantikanpun tiba aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, aku gk mau hari yg sangat spesial buat kami itu gagal karena ada hal yg kurang meskipun itu gk begitu berarti.

"assalamualaikum din aku udah di dpn rumah kamu"
Dinapun menjawab salamku dengan senyuman "walaikumsalam wan, aku sudah menunggu kamu sejak tadi loh"
"waaah, cantiknya pacarku ini. Yuk kita langsung berangkat"
"iya tapi kemana wan?,sampai sekarang aku blm tau kamu mau ngajak aku kemana"
"pokoknya ikut aja ya"
"siap kapten"

30menit sudah kami di atas vespa butut yg selalu menemani kami kemanapun kami mau, dan akhirnya kami sampai ke suatu tempat yg jauh dari keramaian kota.
Gk bnyak kata lagi aku langsung turun dari motor dan langsung berlutut di hadapannya.

"kamu ngapain wan berlutut gitu di depan aku"
"kamu tau gk sih knpa aku ngajak kamu kesini?"
"Gak tau lah wan knapa"
Sambil mengeluarkan cincin yg ada di sakuku aku langsung saja berkata ke dina.
"aku mau melamar kamu din"
"hah! Seriusan kamu wan?"
"iya lah aku serius loh din,memang ada raut wajah becandaan aku ya?"
"mmm, aku mau gak ya? Coba muat gak cincin yg kamu pegang itu di jari manis aku"
"jaaaaa......di ? Kamu menerima lamaran aku?"
"iya wawan" sambil memberikan senyuman kepadaku.

Sudah lama kami di tempat ini, kami berduapun bergegas untuk pulang. Perasaan gembira tak kunjung hilang dari hatiku tetapi di tengah perjalanan motorku mogoh kamipun berhenti sejenak sekalian aku memperbaiki motorku.
Dan tiba" dari kejauhan terlihat mobil melaju sangat kencang, akupun langsung memperingati dina.
"din hati-ha......"
Bruaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!! Mobil itupun menambrak kami berdua.
Setelah beberapa hari aku tak kunjung sadar, akhirnya aku sadar dan melihat dina sedang terbaring di sampingku.
Dan aku mendapatkan kabar bila dia kehilangan kedua kakinya, aku menangis sejadi-jadinya setelah mendapatkan kabar itu.

3bulan sudah kami di rawat dirumah sakit, akupun sudah mulai sembuh akan tetapi dina masih trauma karena kehilangan kedua kakinya.
Aku sebagai kekasih hanya dapat memberikan semangat, dan aku berjanji kepada diriku sendiri bila aku akan menjaga dia.

6bulan setelah itu kami menikah dan meneruskan bisnis es kacang merah milik keluarga dina. Karena dari Es Kacang Merah kami bisa berjumpa dan akhirnya menikah.
Aku tidak perduli apa kata orang mengenai dina yg cacat karena sayang bukan hanya melihat dari kondisi fisik semata.

SEKIAN...

posted under |

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow me

top posting

top posting

Recent News

Followers