Bodoh

Sudah lama aku terdiam di pinggir jendela kamar membayangkan apa yang sudah terjadi pada diriku saat ini, sungguh sakit hati ini belum bisa hilang dan aku masih belum percaya dia yang aku sayangi tiba-tiba mengucapkan kata pisah sampai sekarang aku masih bertanya-tanya apakah aku kurang layak menjadi pendamping dia sehingga kata-kata yang selama ini aku takutkan keluar dari mulutnya..
“Rendi aku mau kita akhiri saja hubungan kita sekarang juga”
“tapi apa alasan kamu bica.....” *tiba-tiba telepon dari rani terputus*
Aku coba telepon dia kembali dan apa yang terjadi ??!!!! hasilnya nihil dia tidak menjawab telepon dariku. Aku mulai bertanya-tanya apa alasan rani memutuskan hubungan kami yang sudah kami jalani hampir 2,5 tahun, dan itu waktu yang cukup lama untuk aku menjalani suatu hubungan. Aku memang sangat sayang dengan rani karena dia yang bisa mengerti aku yang bisa membuat aku nyaman.
Aaaaaaaaaaaaaaaah!!!!!! Sudahlah apa mau di kata itu semua sudah terjadi padahal aku baru saja susah payah menemui dia di kota tempat dia tinggal sekarang.
Hmmmm padahal aku baru saja menunjukan ke rani bila jarak gak akan pernah bisa merubah sayang aku ke dia . tapi lagi lagi dan lagi aku Cuma bisa berharap dia bisa merubah fikirannya untuk meninggalkan aku.
7 bulan sudah aku telah ditinggalkan rani dan selamat itu pula aku belum bisa melupakan dia, mungkin cukup wajar bila aku tidak bisa melupakan dia karena saat kami putus aku masih sangat menyayangi dia..
Tiba-tiba pada suatu hari aku tak sengaja melihat wanita yang sangat mirip dengan rani. Tapi fikirku tidak mungkin rani sudah berbadan dua.  Karena rasa penasaran aku begitu besar aku langsung saja menghampiri wanita itu.
“Rani ????”
“Hah ??!!” Tiba-tiba wanita itu terkejut.
“kamu rani, iya kamu benar benar rani wanita yg dahulu sampai sekarang aku sayangi”
“rendi.. kamu kenapa di sini”
“jangan mengalihkan pembicaraan, kamu kenapa sudah berbadan dua seperti ini”
“ceritanya panjang ren”
Dan tiba tiba aku langsung di ajak di ke tempat yang tidak begitu ramai. Cukup lama kami berbincang bincang. Dan air matapun tiba-tiba jatuh dari pipi ku saat aku tau alasan rani memutuskan aku. Aku yang terlalu bodoh apa memang aku yang tidak peka, saat rani memutuskan aku itu adalah saat perjodohan dia dengan orang yang di kenalkan orang tuanya.
Aku memang bodoh !!!! mengapa aku dahulu tidak punya keberanian untuk bicara kepada orang tua rani bila aku ini adalah pacarnya .
Dan ini yang terjadi dan ini juga yang akan membuatku menyesal seumur hidup..

posted under |

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow me

top posting

top posting

Recent News

Followers